
Suarakalbartv – Sanggau, Kalbar- SPBU 64.785.12 Telabang, Simpang Ampar, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Modus licik truk modifikasi dan surat palsu dibongkar warga, negara dirugikan, rakyat kecil gigit jari. Praktik culas di balik layar distribusi solar subsidi kembali terbongkar. Sebuah SPBU di wilayah Kalimantan Barat diduga kuat menjadi pusat permainan kotor penyaluran BBM bersubsidi. Dalam praktik yang dikenal sebagai “main ken solar”, solar bersubsidi yang sejatinya untuk nelayan, petani, dan pelaku usaha mikro malah dialirkan ke tangan-tangan gelap, industri besar dan pengepul ilegal.
Investigasi lapangan mengungkap bahwa SPBU ini kerap melakukan pengisian berulang ke kendaraan yang sama, bahkan dalam hitungan menit. Tak tanggung-tanggung, kendaraan yang digunakan pun dimodifikasi khusus agar bisa menampung solar dalam jumlah besar. Celakanya, praktik ini diperhalus dengan penggunaan surat rekomendasi palsu yang diduga kuat diterbitkan dengan kerja sama oknum tertentu. “SPBU ini sudah lama dicurigai warga. Truk-truk tangki aneh datang malam hari, antre panjang, lalu pergi entah ke mana. Tapi tidak pernah ada yang ditindak. Sepertinya sudah ada yang ‘main’ di dalam,” ujar seorang warga yang kerap mengamati aktivitas mencurigakan itu.
Solar subsidi dijual dengan harga murah oleh pemerintah untuk membantu kelompok rentan. Namun, yang terjadi justru sebaliknya: BBM murah ini dijual kembali dengan harga tinggi ke pihak yang tak berhak, membuat negara merugi dan masyarakat kecil kesulitan mendapatkan jatah yang seharusnya milik mereka.
Di satu sisi, nelayan dan petani antre berjam-jam demi beberapa liter solar. Di sisi lain, truk-truk siluman keluar masuk SPBU dengan tangki penuh. Praktik ini bukan hanya melanggar hukum, tapi juga mencederai keadilan sosial.
Warga mendesak aparat penegak hukum dan Pertamina segera turun tangan. Bila tidak, praktik semacam ini akan terus merajalela dan memperparah kelangkaan BBM subsidi di daerah.
Kasus ini menunjukkan perlunya sistem pengawasan digital yang transparan, serta sanksi tegas bagi SPBU dan pihak-pihak yang terlibat. Mafia BBM tidak boleh lagi bermain di tengah penderitaan rakyat. (TIM)